SELAMAT DATANG DI SMK AIDIPAY

SELAMAT DATANG

Di SMK AIDIPAY

SMK Bisa! SMK Hebat! SMK Bisa! Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia

LINTAS ALAM

MENCINTAI LINGKUNGAN

Manusia Mencintai Alam Maka Alam Akan Menyelamatkan Manusia

ANBK 2021

Pelaksanaan Asesmen Nasional Tahun 2021

SMK Lantang Sabang Melaksanakan Asesmen Nasional Pada Rabu-Kamis tanggal 22-23 September 2021

Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura

Agribisnis Perikanan Air Tawar

Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Selamat Datang

SMK AidiPay , website ini sebagai media informasi SMK AidiPay kepada masyarakat Menyangkut Segala Aspek Pendidikan di SMK AidiPay Sesuai Visi dan Misi Serta Program Kerja Yang di Rencanakan Untuk Lima Tahun ke Depan, Kerja Sama Dan Dukungan Kami Harapkan Demi Kemajuan Pendidikan SMK AidiPay

PRIORITAS PELAYANAN

Pendidikan Karakter

Pendidikan Iman

Pendidikan Pengetahuan

Pendidikan Ketrampilan

Pendidikan Moral

Pendidikan Sosial Budaya

Progress Kegiatan

Progres merupakan suatu gerakan maju atau gerakan kedepan atau gerakan menuju ke tingkatan yang lebih tinggi dari kondisi awal. Progres dapat di bilang sebagai gerakan kemajuan dalam suatu usaha.

Pengembangan Kompetensi Kelulusan
90%
Pengembangan Kurikulum
75%
Pengembangan GTK
85%
Sarana dan Prasarana
55%

KATA ALUMNI

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In ultrices, elit sed faucibus pharetra, diam mauris bibendum orci, sit amet ullamcorper purus dui sit amet augue. Donec aliquet diam ut neque mattis, eu tristique sem rutrum.

Jack Montes

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In ultrices, elit sed faucibus pharetra, diam mauris bibendum orci, sit amet ullamcorper purus dui sit amet augue. Donec aliquet diam ut neque mattis, eu tristique sem rutrum.

Renata Martis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In ultrices, elit sed faucibus pharetra, diam mauris bibendum orci, sit amet ullamcorper purus dui sit amet augue. Donec aliquet diam ut neque mattis, eu tristique sem rutrum.

Jhon Kwick

JUMLAH SISWA

JUMLAH GURU

JUMLAH PEGAWAI

JUMLAH KOMITE

Info Kegiatan Sekolah

Kegiatan utama di lembaga ini adalah penyelenggaraan proses belajar dan mengajar, di ruang kelas maupun luar ruang kelas. Bentuk pelaksanaannya berupa kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Pada hakikatnya kegiatan ini bertujuan untuk membantu perkembangan siswa sesuai kebutuhan, potensi, bakat dan minat siswa.

Sabtu, 09 Oktober 2021

Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak

Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak


Pertama, belajar adalah proses autentik. Artinya, anak jadi pemeran utama dalam proses ini. Orangtua tak disarankan menempuh jalan pintas mengambil alih tugas anak biar ringkas dan minim drama. Jika orangtua membereskan tugas anak, maka si kecil kehilangan esensi belajar itu sendiri.

“Anak-anak dan pendamping menyepakati dulu peran masing-masing bahwa anak yang harus menyelesaikan bukan Mama misalnya. Sebisa mungkin, ia menyelesaikan secara penuh tugas itu,” kata Noviya dalam obrolan virtual via Zoom dan YouTube.

Sebagai pendamping ayah atau bunda harus legawa memberikan otonomi yang cukup buat anak berkembang sesuai pola pikirnya. Orangtua memfasilitasi. Visinya, tugas selesai dalam situasi yang menyenangkan buat anak maupun orangtua.

“Kedua, kalau anak enggak mudeng alias buntu, jangan ragu untuk ambil jeda. Istirahat dulu sampai ia siap kembali, beri selingan yang cukup,” Noviya mengingatkan.

Ketiga, misi belajar daring berlaku bagi penghuni rumah. Semua kebagian tugas menciptakan suasana kondusif.

Keempat, jangan ragu berbagi tugas sesuai dengan kompetensi. “Mama bisanya bahasa. Matematika tugasnya ayah. Kalau Mbak mau bantu menemani anak sesekali, tidak apa-apa. Hanya untuk menemani bukan memarahi dan lain-lain,” imbuhnya.

Dengan demikian, anak tak merasa sendirian. Akhirnya, belajar tidak terasa sebagai beban karena suasana rumah menyenangkan.

Kelima, buat kesepakatan durasi belajar sambil mengomunikasikannya dengan guru. Ini penting mengingat ibu kadang tak bisa stand by selama proses belajar berlangsung. Ibu pun diimbau tidak gengsi. Kalau berhalangan, jangan ragu minta tolong kakak, misalnya.

“Minta tolong kakak boleh tapi pastikan urusan kakak sudah selesai dan dia senggang. Misalnya, ada kakek yang senang mewarnai, silakan libatkan sesuai kompetensi. Itu kalau Anda sedang sibuk banget,” Noviya memaparkan.

Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara yakni di mana ada kemerdekaan, di situ harus ada disiplin kuat. Tujuan akhir belajar bukan sekadar mencapai atau melampaui target. Di atas itu, ada komitmen kepada diri sendiri.

“Itu harus dibangun sehingga disiplin muncul dari dalam diri,” beber Noviya.

Kuncinya, memahami bahwa belajar berlaku bagi semua yakni guru, anak, dan orang rumah. “(Ki Hajar Dewantara juga mengatakan), setiap orang layak menjadi guru dan setiap rumah semestinya jadi sekolah bagi anak-anak,” tutup Noviya. 

5 Langkah Cegah Corona di Lingkungan Sekolah

5 Langkah Cegah Corona di Lingkungan Sekolah


Virus Corona atau yang kita kenal dengan sebutan COVID-19, sudah masuk ke Indonesia. Saat diumumkan oleh Presiden Jokowi di awal Maret lalu, sudah lebih dari 30 orang yang positif terkena virus ini. Tak ayal sebagian orang mengalami kepanikan. Salah satu buktinya ialah langkanya masker yang dipakai untuk mencegah virus Corona ini.

Panik merupakan hal yang wajar. Namun, menjadi tidak wajar apabila kepanikan tersebut menjadi berlebihan. Terlebih Bapak/Ibu Guru menjadi panutan bagi setiap siswa di sekolah. Hendaknya menyikapi penyebaran COVID-19 ini dengan bijak dan pemikiran yang jernih. Kiranya, sudah harus mulai dipikirkan upaya-upaya untuk mencegah COVID-19 di lingkungan sekolah.

Sekolah sebagai tempat berinteraksi antara guru dan siswa seharusnya sudah bersiap melakukan antisipasi penyebaran virus tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim, telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan. Berikut, kami rangkum menjadi 5 langkah pencegahan yang bisa Bapak/Ibu Guru lakukan di sekolah tempat Anda mengajar.

1. Cuci tangan

Langkah awal dan yang paling sederhana ialah merutinkan cuci tangan. Bapak/Ibu Guru bisa berkoordinasi dengan petugas kebersihan sekolah untuk memastikan tersedianya sabun untuk cuci tangan. Selain itu, imbauan kepada siswa untuk lebih sering cuci tangan juga perlu dilakukan. Mengingat, para siswa kadang lupa untuk menjaga kebersihan tangan selepas jajan di kantin atau melakukan kegiatan lainnya.

2. Bersihkan ruangan dan lingkungan sekitar

Jika rutinitas piket di kelas sudah dilakukan setiap pagi atau sehabis kegiatan belajar mengajar usai, tidak ada salahnya seminggu sekali diadakan jadwal kerja bakti tiap-tiap kelas atau jenjang. Membersihkan lorong depan kelas, hingga halaman sekolah selama 15-30 menit kiranya selain membuat siswa aktif bergerak, daya tahan tubuh mereka diharapkan juga ikut menguat.

3. Permudah izin tidak hadir

Kadang beberapa sekolah tetap menyarankan staf, guru, atau siswanya masuk meski memiliki gejala tidak enak badan. Dengan adanya COVID-19 ini kiranya bisa melonggarkan peraturan untuk tidak hadir bagi staf, guru, atau siswa yang memiliki gejala umum COVID-19 (demam, batuk, pilek, dan flu) dengan tetap melampirkan surat izin (surat istirahat dari dokter) jika diperlukan.

4. Tunda pelaksanaan kegiatan di luar ruangan yang mengumpulkan banyak orang

Bapak/Ibu Guru sudah mengagendakan study tour dengan para siswa ke beberapa tempat? Ada baiknya pelaksanaan tersebut ditunda. Beberapa pemerintah daerah di Indonesia, juga melakukan peninjauan kembali terhadap acara yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat.

5. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan/pelayanan kesehatan setempat

Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan atau pelayanan kesehatan setempat harus dilakukan oleh pihak sekolah. Jika ada orang di lingkungan sekolah yang tiba-tiba mengalami gejala umum dari COVID-19, bisa dilakukan pemeriksaaan lebih lanjut. Dengan adanya koordinasi, diharapkan evakuasi dapat berjalan dengan lancar dan cepat.

Nah, itu tadi 5 langkah mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. Dari langkah-langkah tersebut, apakah sudah ada yang diterapkan di tempat Bapak/Ibu Guru bertugas? 


Terapkan Protokol Kesehatan, Ciptakan Sekolah Aman

Terapkan Protokol Kesehatan, Ciptakan Sekolah Aman

Protokol kesehatan di sekolah merupakan aturan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit COVID-19 yang diakibatkan virus Corona di institusi pendidikan. Lantas, bagi sekolah yang telah diizinkan untuk melakukan tatap muka di kelas, seperti apa protokol kesehatan yang ditetapkan? 

Protokol Kesehatan Sekolah Saat Tatap Muka

Dikutip dari Panduan yang dikeluarkan Kemendikbud, berikut ini sejumlah protokol kesehatan untuk kegiatan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan selama pandemi Covid-19. 

Protokol kesehatan bagi warga satuan pendidikan yang terdiri dari pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik termasuk pengantar atau penjemput protokol kesehatan selama kegiatan tatap muka dari sejak sebelum berangkat di dalam kelas hingga pulang adalah sebagai berikut:

Sebelum berangkat: 


Sarapan atau konsumsi gizi seimbang 

Pastikan diri dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala: suhu lebih dari sama dengan 37,3 derajat celcius, atau keluhan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan atau sesak nafas 

Pastikan menggunakan masker kain 3  lapis atau 2  lapis yang dalamnya diisi tisu dengan baik dan membawa masker cadangan serta membawa pembungkus untuk masker kotor 

Bawa cairan pembersih tangan (hand sanitizer) 

Bawa makanan beserta alat makan dan air minum sesuai kebutuhan 

Wajib membawa perlengkapan pribadi, meliputi: alat belajar, ibadah, alat olahraga dan alat lain sehingga tidak perlu pinjam meminjam.

Selama Perjalanan 

Gunakan masker dan tetap menjaga jarak minimal 1,5 meter 

Hindari menyentuh permukaan benda-benda, tidak menyentuh hidung, mata, dan mulut, dan menerapkan etika batuk dan bersin setiap waktu 

Membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan transportasi publik/antar-jemput.

Sebelum masuk gerbang 

Pengantaran hanya sampai di lokasi yang telah ditentukan 

Ikuti pemeriksaan kesehatan meliputi: pengukuran suhu tubuh, gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas; 

Lakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebelum memasuki gerbang satuan pendidikan dan ruang kelas

Selama Kegiatan Belajar Mengajar 

Gunakan masker dan terapkan jaga jarak minimal 1,5 meter 

Gunakan alat belajar, alat musik, dan alat makan minum pribadi 

Dilarang pinjam-meminjam peralatan 

Berikan pengumuman di seluruh area satuan pendidikan secara berulang dan intensif terkait penggunaaan masker, CTPS, dan jaga jarak 

Melakukan pengamatan visual kesehatan warga satuan pendidikan, jika ada yang memiliki gejala gangguan kesehatan maka harus ikuti protokol kesehatan satuan pendidikan

DAFTAR GURU DAN STAFF

Drs. WAJIB

Kepala Sekolah

Dr. Surahman, M.Pd.I

Wakil Bid. Kurikulum

Parno Saputra, A.Ma

Wakil Bid. Humas

Rita Jumiartanti, S.Pd

Wakil Bid. Kesiswaan

Chris Sagita Simanjuntak, S.Pd

Wakil Bid. Sarpras

Tri Wahyuningsih, S.Pd

Ketua Jurusan APAT

Sri Muslihana, SP

Ketua Jurusan ATPH

Iswatul Hasanah, S.Pd

Ketua Jurusan TBSM

Zulfikar Rambe, S.Pd

Ketua Jurusan TKRO

Khasnawi, S.Ag

Kepala Perpustakaan

Mursyid Hadi Utomo, S.St.Pi

Guru Perikanan

Mhd. Yunus, S.Pi

Guru Perikanan

Eko Prasetia, S.Pi

Guru Perikanan

Muhamad Arif, SP

Guru Pertanian

Nova Fitra, SP

Guru Pertanian

Arifiyanto, A.Md

Guru Teknik Sepeda Motor

Devni Gusliza Sari, S.Pd

Guru Fisika

Budi S.Ag

Guru Sejarah

Dewi Suryani

Guru Kewirausahaan

Ivo Mayasari, S.Si

Guru Biologi

Lagiono, S.Pd

Guru Kewirausahaan

Lia Suryani, S.Pd

Guru Bahasa Inggris

Ruhaida, S.Pd

Guru Bahasa Inggris

Nanang Syafrian, S.Pd.I

Guru Simulasi digital

Muhammad Kadri, S.Pd.I

Guru Bahasa Inggris

Ratnawati, S.Pd

Guru Kimia

Siti Kholipah, S.Si

Guru Matematika

Dedi Pajar, A.Md

Tenaga Administrasi

Astuti

Tenaga Kebersihan

Untung

Tenaga Keamanan

Muhammad Arif

Operator Sekolah

Peta Lokasi dan Kontak

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

LOKASI